KUA PPAS Aceh Singkil 2013 Disahkan - Harian Analisa
a
| PENGUMUMAN ►► |
Tampilkan postingan dengan label Berita Aceh Singkil. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita Aceh Singkil. Tampilkan semua postingan
Rabu, 26 Desember 2012
PWI Singkil & Subulussalam Dikukuhkan
SUBULUSSALAM (Berita):Pengurus Balai Persatuan Wartawan Indonesia
(PWI) Kabupaten Aceh Singkil dan Kota Subulussalam dikukuhkan langsung
oleh Ketua PWI Aceh,Tarmilin Usman SE,M.Si di Hotel Hermes one,Kamis
(20/12).
Tarmizi Ripan,ketua PWI Singkil &
subulussalam yang baru saja dikukuhkan mengatakan bahwa baru kali ini
ada terbentuk wadah organisasi Pers yang bersipat Nasional dan selama
ini yang ada hanya bersipat lokal saja,”Kami mengharapkan ke depan kita
semua dapat bekerja sama dan sama-sama bekerja guna membangun daerah ini
menjadi lebih baik lagi” sebutnya,
Jumat, 01 Juni 2012
Mendagri Imbau Masyarakat Pesisir Waspadai Bencana Gempa Dan Tsunami
SINGKIL (Berita): Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Republik Indonesia
Gamawan Fauzi mengimbau kepada seluruh masyarakat pesisir laut,
khususnya Pantai Barat Sumatera, Pesisir Selatan Pulau Jawa, Papua
Barat, Maluku, Maluku Utara dan Sulawesi Utara, agar tetap waspada dini
dan Siaga Bencana Gempa Bumi serta Gelombang Tsunami.
Komisi B: Kami Pergi Belajar Budidaya Ikan Darat
Komisi B: Kami Pergi Belajar Budidaya Ikan Darat - Serambi Indonesia
SINGKIL - Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat (DPRK) Aceh Singkil, yang membidangi perekonomian, Kamis (31/5) melakukan kenjungan ke Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Rombongan yang terdiri dari wakil rakyat dan kepala dinas mitra kerja komisi B itu, akan mepelajari budidaya ikan darat melalui teknik jaring kolor, serta budidaya ikan air tawar mina padi.
Ketua Komisi B DPRK Aceh Singkil, Mairaya alias Itang, pada Serambi mengatakan, studi banding yang dilakukan pihaknya benar-benar untuk mepelajari bagaimana mengembangkan perekonomian rakyat sesuai potensi daerah. Sehingga kesan jalan-jalan berkedok kunjungan kerja, tidak terjadi lagi.
SINGKIL - Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat (DPRK) Aceh Singkil, yang membidangi perekonomian, Kamis (31/5) melakukan kenjungan ke Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Rombongan yang terdiri dari wakil rakyat dan kepala dinas mitra kerja komisi B itu, akan mepelajari budidaya ikan darat melalui teknik jaring kolor, serta budidaya ikan air tawar mina padi.
Ketua Komisi B DPRK Aceh Singkil, Mairaya alias Itang, pada Serambi mengatakan, studi banding yang dilakukan pihaknya benar-benar untuk mepelajari bagaimana mengembangkan perekonomian rakyat sesuai potensi daerah. Sehingga kesan jalan-jalan berkedok kunjungan kerja, tidak terjadi lagi.
FPI Aceh Bentuk Laskar Pejuang di Singkil
Banda Aceh -
Kasus penyegelan gereja di Singkil beberapa waktu lalu berbuntut
panjang. Sampai sekarang belum ada titik temu yang jelas duduk perkara
serta bentuk penyelesaiannya. Sehingga membuat FPI gerah dan mengancam
akan membentuk Laskar Pejuang Islam di Aceh Singkil dalam waktu dekat.
Meskipun demikian beberapa kali FPI mengatakan mereka tidak pernah
melakukan kekerasan fisik.
“Tanggal 6 Juni 2012 akan ada deklarasi
Pejuang Islam di Singkil,”ungkap Yusuf Qardawi Ketua FPI Aceh pada acara
Diskusi di Lingka Kupi, Selasa (29/5).
Mahasiswa Singkil Tuntut BPN Tuntaskan Kasus Ubertraco
Banda
Aceh - Puluhan mahasiswa asal Singkil berunjuk rasa di depan kantor
Badan Pertanahan Negara (BPN) Aceh, Kamis (31/5) di Banda Aceh.
Mahasiswa menuntut penyelesaian sengketa lahan antara
PT.Ubertraco/Nafasindo dengan masyarakat setempat segera diselesaikan.
Rabu, 30 Mei 2012
Empat Pegawai Bank Di Subulussalam Jadi Tersangka
SINGKIL (Berita): Sedikitnya 4 pegawai di BRI Unit Pemerintahan Kota Subulussalam Aceh, telah diamankan Satuan Polres Aceh Singkil, dan sudah ditetapkan sebagai tersangka sejak minggu kemarin.
“Empat pegawai di BRI tersebut telah ditetapkan menjadi tersangka dan sudah ditahan sejak hari Minggu 27 Mei kemarin. Dan kasus ini akan segera ditindak lanjuti untuk proses pelimpahan ke Kejaksaan,” ungkap Kapolres Aceh Singkil AKBP Bambang Syafrianto Sik melalui Kasat Reskrim Iptu Benito Harleandra AMd Ik , usai pelaksanaan prosesi sertijab Kasat dan Kapolsek, Senin (28/5) kemarin.
Kasat Reskrim Dan Dua Kapolsek Disertijabkan
http://beritasore.com/2012/05/30/kasat-reskrim-dan-dua-kapolsek-disertijabkan/
SINGKIL (Berita): Melalui surat perintah Kepala Kepolisian Resor Aceh Singkil AKBP Bambang Syafrianto Sik, Nomor: Sprin:363/V/2012 Tanggal 25 mei 2012, Senin (28/5) kemarin dilaksanakan Serah Terima Jabatan (Sertijab) kepada Kasat Reskrim dan Dua Kapolsek di Lapangan Mapolres Singkil.
Acara Sertijab yang dilaksanakan dalam suatu upacara sederhana itu dipimpin Kapolres AKBP Bambang Syafrianto Sik, yang ditandai dengan penanda tanganan Berita Acara oleh ketiga Perwira tersebut, dan dihadiri seluruh personil Polres Aceh Singkil serta para ibu-ibu Bhayangkari.
Ketiga Perwira tersebut masing-masing, Iptu Benito Harleandra AMd IK dengan Jabatan Kasat Reskrim Polres Aceh Singkil berpindah menjadi Kasat Reskrim Aceh Tenggara, diambil alih AKP Ibrahim SH yang sebelumnya bertugas di Polda Aceh.
SINGKIL (Berita): Melalui surat perintah Kepala Kepolisian Resor Aceh Singkil AKBP Bambang Syafrianto Sik, Nomor: Sprin:363/V/2012 Tanggal 25 mei 2012, Senin (28/5) kemarin dilaksanakan Serah Terima Jabatan (Sertijab) kepada Kasat Reskrim dan Dua Kapolsek di Lapangan Mapolres Singkil.
Acara Sertijab yang dilaksanakan dalam suatu upacara sederhana itu dipimpin Kapolres AKBP Bambang Syafrianto Sik, yang ditandai dengan penanda tanganan Berita Acara oleh ketiga Perwira tersebut, dan dihadiri seluruh personil Polres Aceh Singkil serta para ibu-ibu Bhayangkari.
Ketiga Perwira tersebut masing-masing, Iptu Benito Harleandra AMd IK dengan Jabatan Kasat Reskrim Polres Aceh Singkil berpindah menjadi Kasat Reskrim Aceh Tenggara, diambil alih AKP Ibrahim SH yang sebelumnya bertugas di Polda Aceh.
Buaya Teror Warga Pulau Banyak Barat
http://aceh.tribunnews.com/2012/05/30/buaya-teror-warga-pulau-banyak-barat
Laporan: Dede Rosadi | Aceh Singkil
SERAMBINEWS.COM, SINGKIL - Koloni buaya yang masuk ke muara dan sungai di kawasan pemukiman, membuat warga Pulau Banyak Barat, Kabupaten Aceh Singkil, resah. Warga tidak berani mendekati sungai untuk pergi kelaut mencari nafkah.
Teror ala buaya itu terjadi menyusul hilangnya seorang nelayan yang sedang mencari gurita di kawasan Pulau Banyak yang diduga dimangsa binatang melata tersebut.
SERAMBINEWS.COM, SINGKIL - Koloni buaya yang masuk ke muara dan sungai di kawasan pemukiman, membuat warga Pulau Banyak Barat, Kabupaten Aceh Singkil, resah. Warga tidak berani mendekati sungai untuk pergi kelaut mencari nafkah.
Teror ala buaya itu terjadi menyusul hilangnya seorang nelayan yang sedang mencari gurita di kawasan Pulau Banyak yang diduga dimangsa binatang melata tersebut.
Pj Bupati Aceh Singkil jarang di kantor
http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=248196:pj-bupati-aceh-singkil-jarang-di-kantor&catid=13:aceh&Itemid=26
SINGKIL - Sejak dilantik sebagai Penjabat Bupati Aceh Singkin di kantor, akibat ketidakhadiran orang nomor satu di Bumi Sekata Sepakat itu berdampak terhadap rendahnya disiplin Pegawai Negeri Sipil (PNS).
SINGKIL - Sejak dilantik sebagai Penjabat Bupati Aceh Singkin di kantor, akibat ketidakhadiran orang nomor satu di Bumi Sekata Sepakat itu berdampak terhadap rendahnya disiplin Pegawai Negeri Sipil (PNS).
Selasa, 29 Mei 2012
Ketua DPRK Singkil: Konflik Lahan Menjadi Urusan Provinsi
http://atjehpost.com/index.php/read/2012/05/29/10343/15/5/Ketua-DPRK-Singkil-Konflik-Lahan-Menjadi-Urusan-Provinsi
SINGKIL - Ketua DPRK Aceh Singkil, Putra Ariyanto, mengatakan bahwa konflik lahan antara warga Aceh Singkil dengan PT Ubertraco/Nafasindo sudah menjadi urusan Pemerintah di tingkat Provinsi.
SINGKIL - Ketua DPRK Aceh Singkil, Putra Ariyanto, mengatakan bahwa konflik lahan antara warga Aceh Singkil dengan PT Ubertraco/Nafasindo sudah menjadi urusan Pemerintah di tingkat Provinsi.
Diterjang Ombak, Boat Sembako Karam
Diterjang Ombak, Boat Sembako Karam - Serambi Indonesia
Laporan Dede Rosadi | Singkil
SERAMBINEWS.COM, SINGKIL - Kapal boat pengangkut sembako milik penduduk Haloban, Kecamatan Pulau Banyak Barat, Aceh Singkil, dilaporkan hancur diterjang ombak. Seluruh isi muatan karam ke dasar laut, sementara nakhoda sekaligus pemilik boat Abdul Manaf alias Ucok Doyok, berhasil diselamatkan perahu nelayan.
SERAMBINEWS.COM, SINGKIL - Kapal boat pengangkut sembako milik penduduk Haloban, Kecamatan Pulau Banyak Barat, Aceh Singkil, dilaporkan hancur diterjang ombak. Seluruh isi muatan karam ke dasar laut, sementara nakhoda sekaligus pemilik boat Abdul Manaf alias Ucok Doyok, berhasil diselamatkan perahu nelayan.
Verifikasi Ulang Tenaga Honorer Harus Libatkan Independen
Verifikasi Ulang Tenaga Honorer Harus Libatkan Independen - Harian Analisa
Singkil, (Analisa). Pemkab Aceh Singkil diminta agar benar-benar tegas dalam melakukan verifikasi ulang Daftar Nominatif Tenaga Honorer Kategori I yang dikeluarkan BAKN Pusat dengan melibatkan pihak independen dari LSM dan wartawan sebagaimana yang telah dilakukan daerah lain.
Senin, 28 Mei 2012
Penjualan BBM ke Drum Harus Ditertibkan
http://www.tribunnews.com/2012/05/28/penjualan-bbm-ke-drum-harus-ditertibkan
Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Dede Rosadi
TRIBUNNEWS.COM, SINGKIL - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Singkil, H Syafril Harahap mememinta semua pihak mendukung langkah yang dilakukan Pj Bupati Razali, dalam mengatasi krisis bahan bakar minyak (BBM) di daerah ini. Salah satunya segera membentuk tim yang akan melakukan penertiban penjualan di SPBU.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Dede Rosadi
TRIBUNNEWS.COM, SINGKIL - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Singkil, H Syafril Harahap mememinta semua pihak mendukung langkah yang dilakukan Pj Bupati Razali, dalam mengatasi krisis bahan bakar minyak (BBM) di daerah ini. Salah satunya segera membentuk tim yang akan melakukan penertiban penjualan di SPBU.
Bensin Langka, Nelayan tak Melaut - Serambi Indonesia
Bensin Langka, Nelayan tak Melaut - Serambi Indonesia
SINGKIL - Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di Aceh Singkil sejak dua terakhir menyebabkan ratusan nelayan terpaksa libur melaut. Sementara suasana jalan-jalan sepi dari kendaraan. Masalahnya, sebagian besar penduduk terpaksa menggudangkan mobil maupun sepmornya karena kehabisan bensin.
BBM Masih Langka di Aceh Singkil
BBM Masih Langka di Aceh Singkil - Harian Analisa
Singkil, (Analisa). Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di Aceh Singkil masih berlanjut hingga Sabtu (26/5) sehingga selama berhari-hari stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di daerah kehilangan stok yang mengakibatkan harga BBM eceran di tingkat pengecer nyaris tidak terkendali karena melambung tinggi.
Harga BBM eceran bisa mencapai antara Rp8-9 ribu/liter. Harga yang disebut oleh berbagai kalangan pemerhati di daerah ini sangat menyengsarakan rakyat.Minggu, 27 Mei 2012
Kasus Kebakaran di KIP Singkil belum Temukan Titik Terang
Kasus Kebakaran di KIP Singkil belum Temukan Titik Terang - Serambi Indonesia
SINGKIL - Kasus terbakarnya ruang bendahara Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh Singkil, pertengahan April lalu hingga kini belum menemukan titik terang. Polisi hingga kini belum berhasil mengungkap peristiwa yang diduga kuat terdapat unsur sabotase, lantaran di lokasi kejadian disebut-sebut ditemukan benda mencurigakan, sejenis bom molotov berupa botol bensin lengkap dengan sumbu kompor, korek api, dan anti nyamuk bakar.
Sabtu, 26 Mei 2012
Konsorsium Masyarakat Mahasiswa Minta Penyelesaian Sengketa Lahan
Konsorsium Masyarakat Mahasiswa Minta Penyelesaian Sengketa Lahan - Harian Analisa

(Analisa/suhardi jani padang). Massa konsorsium masyarakat mahasiswa Aceh Singkil dan Muspida mendengarkan penuturan Pukak Kedek terkait lahan yang diserobot perusahaan saat demo, di halaman Kantor Bupati Aceh Singkil, Jumat (25/5).
Singkil, (Analisa). Puluhan massa yang tergabung dalam konsorsium masyarakat mahasiswa Aceh Singkil, Jumat (25/5), mendatangi kantor bupati setempat meminta agar segera menindaklanjuti penyelesaian sengketa lahan antara masyarakat 22 desa dengan pihak PT Nafasindo.
(Analisa/suhardi jani padang). Massa konsorsium masyarakat mahasiswa Aceh Singkil dan Muspida mendengarkan penuturan Pukak Kedek terkait lahan yang diserobot perusahaan saat demo, di halaman Kantor Bupati Aceh Singkil, Jumat (25/5).
Singkil, (Analisa). Puluhan massa yang tergabung dalam konsorsium masyarakat mahasiswa Aceh Singkil, Jumat (25/5), mendatangi kantor bupati setempat meminta agar segera menindaklanjuti penyelesaian sengketa lahan antara masyarakat 22 desa dengan pihak PT Nafasindo.
Jumat, 25 Mei 2012
Singkil Atlantis dari Aceh
http://regional.kompas.com/read/2012/05/25/17353814/Singkil.Atlantis.dari.Aceh|
KOMPAS
Oleh Ahmad Arif dan Agung Setyahadi
KOMPAS.com - Tenggelamnya kota Singkil mengingatkan pada cerita klasik tentang Atlantis. Kisah tentang Atlantis ini pertama kali disebut oleh cendekia Yunani, Plato, dalam buku ”Timaeus” dan ”Critias”. Disebutkan, Atlantis tenggelam ke dalam samudra ”hanya dalam satu hari satu malam”.
Atlantis yang diceritakan Plato 2.500 tahun yang lalu itu konon dihuni oleh bangsa yang memiliki peradaban tinggi dengan alam yang sangat kaya, yang kemudian hilang tenggelam ke dasar laut.
Belakangan, penulis Arysio Nunes Dos Santos menerbitkan buku Atlantis: The Lost Continent Finally Found (2005). Ia menyebutkan, lokasi Atlantis yang hilang itu adalah Indonesia. Buku ini sarat kontroversi. Apalagi, sebagian ilmuwan menganggap Atlantis sebenarnya hanya dongeng yang dibuat Plato untuk mengilustrasikan teori politik yang bisa berubah cepat.
Namun, Kota Singkil di Aceh bukanlah mitos. Itu kenyataan sejarah tentang kota yang tenggelam karena fenomena alam.
Menurut Datuk Amirul Alam (74), tokoh masyarakat Singkil, Kota Singkil Lama dulu merupakan pelabuhan ramai. Masyarakat di pedalaman Sumatera menjual aneka komoditas hasil bumi, seperti kayu, rotan, kopra, damar, dan kapur barus. Barang dagangan dibawa menggunakan perahu menyusuri Sungai Singkil dan Sungai Simpang Kanan yang berhulu di pegunungan Leuser.
Barang-barang dagangan itu dijual kepada para pedagang besar dari China, India, dan Arab sebelum diangkut ke pelabuhan besar di Barus. ”Karena pentingnya posisi Singkil Lama, dulu ada kontroler atau wedana yang ditugaskan Belanda. Kalau di Rending, ada semacam camat Belanda,” ujar Amirul Alam.
KOMPAS.com - Tenggelamnya kota Singkil mengingatkan pada cerita klasik tentang Atlantis. Kisah tentang Atlantis ini pertama kali disebut oleh cendekia Yunani, Plato, dalam buku ”Timaeus” dan ”Critias”. Disebutkan, Atlantis tenggelam ke dalam samudra ”hanya dalam satu hari satu malam”.
Atlantis yang diceritakan Plato 2.500 tahun yang lalu itu konon dihuni oleh bangsa yang memiliki peradaban tinggi dengan alam yang sangat kaya, yang kemudian hilang tenggelam ke dasar laut.
Belakangan, penulis Arysio Nunes Dos Santos menerbitkan buku Atlantis: The Lost Continent Finally Found (2005). Ia menyebutkan, lokasi Atlantis yang hilang itu adalah Indonesia. Buku ini sarat kontroversi. Apalagi, sebagian ilmuwan menganggap Atlantis sebenarnya hanya dongeng yang dibuat Plato untuk mengilustrasikan teori politik yang bisa berubah cepat.
Namun, Kota Singkil di Aceh bukanlah mitos. Itu kenyataan sejarah tentang kota yang tenggelam karena fenomena alam.
Menurut Datuk Amirul Alam (74), tokoh masyarakat Singkil, Kota Singkil Lama dulu merupakan pelabuhan ramai. Masyarakat di pedalaman Sumatera menjual aneka komoditas hasil bumi, seperti kayu, rotan, kopra, damar, dan kapur barus. Barang dagangan dibawa menggunakan perahu menyusuri Sungai Singkil dan Sungai Simpang Kanan yang berhulu di pegunungan Leuser.
Barang-barang dagangan itu dijual kepada para pedagang besar dari China, India, dan Arab sebelum diangkut ke pelabuhan besar di Barus. ”Karena pentingnya posisi Singkil Lama, dulu ada kontroler atau wedana yang ditugaskan Belanda. Kalau di Rending, ada semacam camat Belanda,” ujar Amirul Alam.
Warga Demo Bupati Singkil
Warga Demo Bupati Singkil - Serambi Indonesia
SERAMBINEWS.COM/DEDE ROSADI:
SERAMBINEWS.COM, SINGKIL - Puluhan warga yang menamakan diri konsorsium masyarakat mahasiswa Aceh Singkil, Jumat (25/5/2012) menggelar aksi unjuk rasa.
Warga menuntut pemasangan patok permanen di lahan sengketa antara masyarakat dengan PT Nafasindo.
Dalam aksinya dengan membawa spanduk berisi tuntutan dan keranda mayat itu, massa juga minta pembebasan empat warga yang saat ini ditahan Polres Aceh Singkil.
"Kami datang dengan damai, jangan ada kriminalisasi. Segera pasang patok permanen dan bebaskan kawan kami," kata Gafur salah jubir pendemo.(*)
SERAMBINEWS.COM/DEDE ROSADI:
Warga
yang menamakan diri konsorsium masyarakat mahasiswa Aceh Singkil,
Jumat (25/5) melakukan unjuk rasa ke kantor bupati Aceh Singkil. Mereka
menuntut penyelesaian sengketa lahan dengan PT Nafasindo
SERAMBINEWS.COM, SINGKIL - Puluhan warga yang menamakan diri konsorsium masyarakat mahasiswa Aceh Singkil, Jumat (25/5/2012) menggelar aksi unjuk rasa.
Warga menuntut pemasangan patok permanen di lahan sengketa antara masyarakat dengan PT Nafasindo.
Dalam aksinya dengan membawa spanduk berisi tuntutan dan keranda mayat itu, massa juga minta pembebasan empat warga yang saat ini ditahan Polres Aceh Singkil.
"Kami datang dengan damai, jangan ada kriminalisasi. Segera pasang patok permanen dan bebaskan kawan kami," kata Gafur salah jubir pendemo.(*)
Editor : ampuh
Langganan:
Postingan (Atom)
-
Katak Hendak Menjadi Lembu adalah salah satu karya roman Angkatan Pujangga Baru. Roman ini termasuk roman kejiwaan yang cukup mendap...